Antisipasi Kekeringan, Lampung Targetkan 1.301 Unit Irigasi Pertanian

Rawnews.co.id – Pemerintah memperkuat upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian di Provinsi Lampung melalui program irigasi perpompaan (IRPOM) dan irigasi perpipaan (IRPIP). Kedua program tersebut menargetkan pembangunan 1.301 unit irigasi untuk membantu petani menghadapi potensi kekurangan air saat musim kering.

Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, target tersebut terdiri atas 1.206 unit IRPOM dan 95 unit IRPIP.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Arya Dinata, mengatakan irigasi perpompaan menjadi salah satu upaya untuk membantu petani mengatasi keterbatasan pasokan air, terutama ketika sumber air mengalami penurunan.

Dari target 1.206 unit IRPOM, sebanyak 1.086 unit telah memenuhi kriteria, atau sekitar 90 persen dari target yang ditetapkan.

Selain IRPOM, pemerintah juga mengembangkan irigasi perpipaan untuk mendukung penyaluran air dari sumbernya menuju lahan pertanian. Program ini diharapkan membantu petani memperoleh pasokan air secara lebih efektif sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan lahan.

Berdasarkan data per 8 Oktober 2026, dari target 95 unit IRPIP, sebanyak 84 unit telah memasuki tahap verifikasi calon petani dan calon lokasi (CPCL). Capaian tersebut setara dengan sekitar 88,4 persen dari target.

Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan serta pemanfaatan program untuk memastikan bantuan irigasi dapat digunakan sesuai kebutuhan petani.

Kedua program tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan pengelolaan yang melibatkan kelompok petani.

Penguatan irigasi perpompaan dan perpipaan diharapkan dapat membantu menjaga pasokan air di lahan pertanian, mengurangi risiko gangguan terhadap tanaman akibat kekurangan air, serta mendukung keberlanjutan produksi pertanian di Lampung.

Meski demikian, capaian pemenuhan kriteria dan verifikasi administrasi belum serta-merta menunjukkan seluruh unit telah terbangun dan beroperasi. Perkembangan realisasi fisik serta luas lahan yang terlayani masih menjadi indikator penting untuk menilai dampak program bagi petani.(raw).

Related posts

Leave a Comment